listen ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ

http://www.ringtonematcher.com/co/ringtonematcher/02/noc.php?sid=VOKMros&artist=Boyce+Avenue&song=We+Can%E2%80%99t+Stop+Feat.+Bea+Miller+%E2%80%93+Boyce+Avenue

Rabu, 09 Januari 2013

gadis berkcamata




Seekor kupu-kupu terbang melintasi seorang gadis berkacamata, kemudian mengibas-ngibaskan sayapnya yang anggun di atas bunga-bunga taman, lalu mendarat di salah satu bunga yang baru saja mekar. Kupu-kupu itu sangat anggun seanggun gadis berkacamata yang baru saja dilewatinya. Anggun dan pesonanya mengalihkan semua pandangan ke arahnya. Tiap aku berbicara soal kupu-kupu bersayap anggun, pasti selalu kukaitkan dengan seorang gadis berkacamata. Selain sama-sama memiliki pesona, entah ada hubungan apa antara kupu-kupu bersayap anggun dengan si gadis berkacamata.
Atau mungkin saja dia adalah jelmaan dari kupu-kupu anggun itu.. Entah dari mana datangnya pikiran anehku yang benar-benar di luar logika manusia biasa. Mungkin, karena pada kenyataannya semakin canggih zaman tidak mengurangi hal-hal yang mistis di dunia ini. Gadis berkacamata itu pergi menyusuri labirin bagai ditelan rongga lorong gedung kampus. Kupu-kupu bersayap anggun pun mengibas-ngibaskan sayapnya lalu melayap, meliuk-liuk di atas bunga-bunga mekar kemudian menghilang. Ajaib! Gadis berkacamata datang dan menghilang secara bersamaan dengan kupu-kupu bersayap cantik.   
Dalam ruang kelas, kulihat gadis berkacamata duduk dengan manis semanis senyumannya. Jemarinya bagai menari saat ia membuka buku catatan kuliah. Sambil kuintip isi bukunya lembar demi lembar sampai pada lembar perhentian. Oh, Gambar itu! Sebuah gambar sketsa  yang ada dalam buku si gadis berkacamata adalah gambar yang kukenal. Tidak salah lagi itu adalah gambar sketsa si kupu-kupu cantik. Apakah dia pencinta kupu-kupu sama seperti aku, atau bahkan lebih? Mungkin saja gambar itu hanya goresan iseng dari pena saat penat melandanya. Tapi, ataukah benar pikiranku sebelumnya soal gadis itu adalah jelmaan dari bangsa kupu-kupu? Pikiran kanak-kanakku masih saja masih saja menempel dalam benak aku.
“Apa kamu sedang melihat gambar ini?”
“Iya” Jawabku. Pertanyaan gadis berkacamata itu kontan membuatku tersontak.
“Gambar ini adalah diri aku.” Lanjut gadis berkacamata itu
Pernyataan itu tiba-tiba membuat tubuhku tertegun. Menatap wajah gadis berkacamata itu, mataku jadi berhenti berkelip. Mulutku yang beberapa saat tadi membisu akhirnya bersuara, “Jadi, kamu benar-benar jelma’an dari kupu-kupu anggunitu?”
“Ah, kamu ngaco ah. Bukan itu maksudku.” Sahut gadis berkacamata  itu dengan nada sedikit memelas. Kemudian Ia melanjutkan . “Maksudku, aku ini ibaratkan kupu-kupu ini . Kupu-kupu yang cantik, lincah bagai menari di atas bunga-bunga indah seindah warna yang menyelimuti tubuh dan sayapnya. Tapi, kamu lihat tubuhnya, sayapnya. Tipis dan rapuh. Jika tidak hati-hati ia bisa mati di tangan kita.”
Aku terdiam sejenak menyelami makna kata-perkata yang terlontar dari bibir mungil si gadis berkacamata. Kemudian bisa kupahami.
“Adakah kau melihat aku pernah menangkap kupu-kupu anggun itu dengan tanganku?Tapi seingat aku, aku tidak pernah menyakiti kupu-kupu itu. Justru aku melakukannya aku kagum akan keindahannya. ”
“Aku tahu kamu tidak pernah menyakiti kupu-kupu itu. Walaupun kupu-kupu itu kamu tangkap tapi kamu sangat menyayanginya, seperti kamu menyayangi aku dengan sepenuh hatimu. Itulah yang membuat aku bangga menjadi pacarmu.”  
Selesai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar